5 Alasan Untuk Berwisata Ke Kota Medan

Wahyu Raja Reply 5:55 AM

Terkaget-kaget mendengar orang Medan yang berbicara seperti teriak marah-marah atau ngajak berantem?pusing melihat arus lalu lintas Kota Medan yang seperti arena bom bom car dan orang-orang yang menganggap lampu merah sebagai lampu taman? Dibalik itu, Kota Medan menyimpan  sejuta pesona dan alasan untuk dikunjungi. Lima diantaranya adalah :

1. Pusat Kuliner
Medan is a city where the word diet does never exist!! Lupakan segala pantangan, diet atau program pengurangan porsi makan.  Menjajal kuliner adalah must to do di kota ini. Kultur kuliner di Medan yang kental menyebabkan makan tak pernah mengenal kata dosa (kecuali yang haram bagi agama tertentu). Pepatah Melayu, suku asli yang mendiami kota ini menyebutkan “biar rumah rubuh asal makan gulai lemak” menunjukkan kesenangan akan makan, yang menjadi tradisi penduduk kota ini. Makan adalah elemen penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan, sosial maupun bisnis. Dampaknya adalah, makan (enak) menjadi momen yang sangat dinikmati. Menjamurnya bisnis makanan bukan hanya untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan tapi memfasilitasi hasrat dan gairah makan penduduknya sendiri.
Menikmati kuliner kota Medan punya sensasi lebih di malam hari. Seperti menikmati seafood segar di daerah Belawan dengan pemandangan ke laut. Harus sedikit pasrah ketika tersesat di belantara restoran, kafe dan warung aneka warna dengan aneka makanan mulai dari kerang rebus, sate kerang, lontong medan malam, kolak durian, hingga yang “serius” seperti bebek, dimsum, mie rebus, martabak mesir  dan masih banyak lagi di daerah RingRoad, Jalan Semarang, Jalan Pagaruyung di Kampung Keling atau Merdeka Walk. Menikmati suasana di semua kawasan ini, ibarat menonton film besutan sutradara kenamaaan Wong Kar Wai, penuh warna, dinamika, dan rasa.
Salah satu gerai yang bisa dicoba di Merdeka Walk adalah Nelayan atau Jala-jala yang juga ada di Mall-mall lain (Sun Plaza, Plaza Medan Fair, Swiss-Bel Hotel). Menu andalannya adalah dim sum, yang kekuatannya sebenarnya terletak pada sausnya, kwitiau siram, serta hidangan penutup pancake durian. Khusus penikmat pancake durian, yang paling dahsyat menurut saya adalah Mei Cin Pancake Durian (di Jalan Ketapang 3E). Bisa beli untuk dimakan langsung atau dibawa sebagai oleh-oleh. Mereka menyiapkan packaging khusus untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Jadi tidak usah khawatir aroma duriannya kemana-mana.
Pilihan pagi dan siang hari bisa dimulai dari kawasan Kesawan, salah satu daerah bangunan-bangunan tua. Di mana ada Soto Udang Kesawan di Jalan Ahmad Yani atau cabangnya di Jalan Sei Batang Hari. Ingin kembali ke masa lalu ada restoran Tip Top. Restoran ini menjadi destinasi nostalgila bagi wisatawan Belanda karena sudah berdiri sejak 1934. Es krim soda andalan juga terdapat di kawasan ini.
Soto_Udang_Khas_Medan.jpg  Soto Udang Khas Medan 
Mau mencoba Mie Rebus Medan yang jelas berbeda dengan mie rebus biasa di kota lain di Indonesia ada di setiap sudut kota, tapi yang cihuy ada di Sei Sikambing ruko samping Sekolah Panca Budi. Masih penasaran dengan soto, ada Soto Sinar Pagi yang melegenda. Jangan datang terlalu siang karena bisa kehabisan. Kalau di Jakarta ada Es krim Ragusa di Medan ada Es krim Ria. Es krim jadul ini masih mantap dinikmati dimasa kini. Atau kalau berani,coba minum es campur khas Medan yang terdiri dari tape ketan hitam, tape singkong, cendol, delima, lengkong (cincau) hitam, disiram santan dan gula merah. Kenapa saya bilang berani, karena kalau minum es campur dan makannya Mie Sop khas Medan, suami di sebelah juga tidak kelihatan ;)
Mie Aceh yang enak justru bukan di Aceh, melainkan ada di kota ini. Mie Aceh Titi Bobrok dengan menu andalan Mie Aceh kepiting tidak boleh dilewatkan. Kepitingnya dihidangkan satu ekor besar diletakkan di atas mie. Masih ingin menambah dosa kalori, ada sop sum-sum  yang masih tetanggaan dengan Mie Aceh di Titi Bobrok. Sop sum-sum yang lebih nampar ada di depan supermarket Berastagi di Jalan Gatot Subroto bernama sop sumsum Aceh.
Jangan menarik nafas dulu…karena saya belum selesai dengan daftar ini. Untuk oleh-oleh, mungkin bolu gulung Meranti sudah menjadi ikon. Tapi merk ini tidak sendiri. Ada Clover, Tahiti dan Majestik yang memang punya penggemar masing-masing. Sama dengan bika ambon Ati, yang merupakan bika ambon pertama di Kota Medan, sebelum akhirnya Zulaikha datang dengan berbagai pilihan rasa dan tidak terlalu eneg. Kalau ke Medan, saya tidak pernah lupa beli aneka snack dan kacang dari Asli atau A1 yang tokonya di depan Hotel Swiss-Bel. Makanan ini cabang dari toko di Kota Pematang Siantar. Serta sirup kedondong, buah ketna dan mangga muda, serta manisan buah yang segar di Jalan Majapahit Gang Pasir. Atau manisan jambu biji (di Medan namanya jambu klutuk) dan sirup terong belanda serta sirup markisa. Ingin bawa buah durian dari Medan? bisaaaa…tinggal pergi ke kawasan Glugur By Pass dan Jalan Sei Sikambing – Sunggal. Mereka menyediakan packaging khusus untuk buah durian.  Untuk penggemar durian, ada Durian House di Jalan Sekip. Tapi untuk pancake durian, sampai saat ini saya masih rekomendasi Mei-Cin Durian. Ok. Sebaiknya saya berhenti dengan list makanan ini karena saya mulai lapar.
2. Kaya Budaya dan Bangunan Bersejarah
Jangan bayangkan kota Medan dipenuhi orang-orang  berperangai kasar dan berbicara dengan logat batak seperti yang dicitrakan di televisi Indonesia. Medan dulunya adalah melting pot, yang mempengaruhi kebudayaan masyarakatnya sampai saat ini. Di kota ini penduduk asli adalah melayu deli berbaur dengan Suku Karo, Jawa, keturunan Cina, Minang, warga keturunan India, Batak, dan Aceh. Akhirnya kebudayaan yang ada adalah budaya orang Medan.
Salah_satu_gedung_tua_yang_menjadi_kantor_di_Kesawan.jpg Salah satu gedung tua yang menjadi kantor di Kesawan
Untuk pencinta bangunan tua dan seni, Medan sangat prospektif dari sisi ini. Bangunan tua yang memenuhi bagian pusat kota masih dapat dilihat hingga saat ini. Walaupun beberapa dalam keadaan tidak terawat dan membuat hati miris, bangunan  tua ini masih menyisakan sisi menarik. Sebagian berfungis sebagai rumah tinggal dan ruang perekonomian. Pada beberapa gedung tua utama di kota ini masih terdapat angka tahun (Anno >> kemudian angka tahun) yang menunjukkan tahun berapa bangunan tersebut berdiri, seperti yang terdapat pada bangunan-bangunan di kota-kota di Eropa Barat.
Kawasan Kesawan sampai saat ini masih menyisakan bangunan tua yang sebagian besar masih difungsikan untuk kegiatan ekonomi seperti kantor, warung, restoran, butik dan toko olahraga. Eksplorasi bangunan tua diantaranya adalah seperti rumah tua Tjong A fie (Kesawan), Istana Maimun (Jalan Brigjend Katamso), serta bangunan ibadah seperti Mesjid Raya Al-Mashun, Klenteng Gunung Timur (Jalan Hang Tuah), Kuil Shri Mariamman (Kampung Keling), serta segelintir rumah panggung asli Melayu Deli yang masih tersisa di Jalan Mantri.
Kemegahan_Interior_Istana_Maimun.jpg Kemegahan interior Istana Maimun
 3. Gerbang Menuju Natural Wonders yang Diakui Dunia
Medan adalah gerbang menuju natural wonders, destinasi wisata alam di propinsi yang sama bahkan ke propinsi lain. Diantaranya Danau Toba, danau vulkanis terbesar di dunia ini dapat dicapai dari Medan dengan mobil atau angkutan umum selama 3,5 – 4 jam. Danau yang terbentuk akibat letusan terdahsyat sepanjang sejarah manusia ini masih menyimpan misteri dan temuan-temuan yang ingin diungkap oleh para peneliti.
Danau Toba masih menjadi tujuan weekend favorit dari kota-kota terdekat untuk menikmati pemandangan pegunungan dan danau, olahraga air, atau piknik. Di beberapa bagian masih terdapat hutan pinus alami.
Selain itu, ada Berastagi, kota wisata yang dapat ditempuh selama 2 jam dari Kota Medan. Menurut  Dekan Fak. Teknik USU Dr. Armandsyah Ginting (Personal Comm., 2011) yang asli Karo, Berastagi dulunya adalah kota tempat tinggal favorit warga Belanda karena udaranya yang sejuk segar dan menjadi lokasi penyembuhan berbagai penyakit termasuk penyakit pernafasan. Kegiatan lain adalah belanja di pasar buah, berkuda, ngopi, dan berwisata kuliner.
Natural wonders yang sebenarnya di daerah ini adalah Taman Nasional Gunung Leuser, kawasan seluas 17 kali wilayah DKI Jakarta ini menganugerahkan Bukit Lawang (2 jam dari Medan) untuk melihat Orangutan, tubing dan berenang, serta Tangkahan (3-4 jam dari Medan) untuk melihat gajah, memandikan gajah, atau trekking dengan gajah di hutan yang masih alami selain juga melihat satwa lain. Ingin tahu asiknya bertemu Orangutan Bukit Lawang dan gajah di Tangkahan? Jangan lupa baca buku terbaru saya ya :D The Green Traveler: Catatan Perjalanan Ekowisata Keliling Indonesia *promosi mode on*. Taman nasional ini juga memberikan derasnya aliran Sungai Binge dan Sungai Wampu menjadi tempat rafting yang super heboh.
Melihat_Orangutan_di_Bukit_Lawang.jpg Melihat Orangutan di Bukit Lawang
Trekking_Gajah_di_Tangkahan.jpg Trekking gajah di Tangkahan
4. Unique Shopping
Tak percaya Medan kota shopping? Kalau mall, sama saja dengan kota-kota lain di Indonesia. Tapi di butik-butik dan toko-tokonya, membanjir barang-barang seperti pakaian, sepatu, aksesoris, kacamata, dan banyak lagi dari Hongkong, Korea, Cina yang juga bersaing dengan produk dalam negeri. Mulai dari kelas mall di Sun Plaza hingga kelas pasar di Pasar Petisah (di Medan pasar disebut pajak) serta toko-toko di daerah kota tua di Medan.
5. Punya Banyak “Tetangga”
Medan tidak sekedar Untuk rute domestik, dari Medan dapat menuju Pulau Nias, Pekanbaru, Padang dan Bukit Tinggi, Banda Aceh, dan banyak kota lainnya.  Medan juga dipilih menjadi hub bagi kota lain-lain di luar negeri. Dari Medan sangat mudah menuju Penang, Kuala Lumpur, Singapura, Puket atau Bangkok. Jadi setelah berada di Medan, kamu bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia atau beberapa negara tetangga.  
Bagaimana, kamu setuju dengan saya ?

Konversi Bilangan

Wahyu Raja Reply 5:18 PM
Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang alian. Dalam konversi bilangan terdapat istilah Most Significant Bit (MSB) atau bit yang paling berarti atau paling besar, dan Least Significant Bit (LSB) atau bit yang paling tidak berarti atau yang terkecil

Konversi dari bilangan Desimal
  1. Konversi dari bilangan Desimal ke biner
Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan dua kemudian diambil sisa pembagiannya.
Contoh :

45 (10) = …..(2)
45 : 2 = 22 + sisa 1
22 : 2 = 11 + sisa 0
11 : 2 = 5 + sisa 1
5 : 2 = 2 + sisa 1
2 : 2 = 1 + sisa 0 101101(2) ditulis dari bawah ke atas

MSB LSB

  1. Konversi bilangan Desimal ke Oktal
Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 kemudian diambil sisa pembagiannya
Contoh :
385 ( 10 ) = ….(8)
385 : 8 = 48 + sisa 1
48 : 8 = 6 + sisa 0
601 (8)

  1. Konversi bilangan Desimal ke Hexadesimal
Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya
Contoh :
1583 ( 10 ) = ….(16)
1583 : 16 = 98 + sisa 15
96 : 16 = 6 + sisa 2
62F (16)

Konversi dari system bilangan Biner
  1. Konversi ke desimal
Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.
Contoh :
1 0 0 1
1 x 2 0 = 1
0 x 2 1 = 0
0 x 2 2 = 0
1 x 2 3 = 8
9 (10)




  1. Konversi ke Oktal
Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap tiga buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.
Contoh :

11010100 (2) = ………(8)
11 010 100

3 2 4
diperjelas :
100 = 0 x 2 0 = 0
0 x 2 1 = 0
1 x 2 2 = 4
4
Begitu seterusnya untuk yang lain.

  1. Konversi ke Hexademial
Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.
Contoh :
11010100
1101 0100
D 4


Konversi dari system bilangan Oktal
  1. Konversi ke Desimal
Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.



Contoh :
12(8) = …… (10)
2 x 8 0 = 2
1 x 8 1 =8 10
Jadi 10 (10)

  1. Konversi ke Biner
Dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit octal ke tiga digit biner.
Contoh :
6502 (8) ….. = (2)

2 = 010
0 = 000
5 = 101
6 = 110
jadi 110101000010

  1. Konversi ke Hexadesimal
Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan octal menjadi bilangan biner kemudian dikonversikan ke hexadesimal.
Contoh :
2537 (8) = …..(16)
2537 (8) = 010101011111
010101010000(2) = 55F (16)
Konversi dari bilangan Hexadesimal

  1. Konversi ke Desimal
Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.



Contoh :
C7(16) = …… (10)
7 x 16 0 = 7
C x 16 1 = 192 199
Jadi 199 (10)

  1. Konversi ke Oktal
Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan hexadesimal menjadi biner terlebih dahulu kemudian dikonversikan ke octal.
Contoh :
55F (16) = …..(8)
55F(16) = 010101011111(2)
010101011111 (2) = 2537 (8)

Belajar ASSEMBLY

Wahyu Raja 1 4:55 PM
Mari kita belajar apa itu bahasa ASSEMBLY . Bahasa assembly merupakan low level language dalam dunia progamming komputer
Apa itu Register ? Register adalah sebagian tempat di memory mikroprosesor yang dapat diakses dengan cepat. Di dalam register ini disimpan nilai – nilai yang sangat penting .
EAX, EBX, ECX dan EDX disebut “General Purpose Register”. Register ini merupakan Register 32-bit, jika mengcrack program 16-bit maka yang terlibat adalah AX, BX, CX dan DX. Register dapat dipecah2 …

Contoh:
misalnya isi EAX adalah 00001234, maka
~
EAX = 00 00 12 34 ==> 32 bit
~
AX = 12 34 ==> 16 bit
~
AH = 12 ==> 8 bit
~
AL = 34 ==> 8 bit
Terlihat bahwa AX terdiri dari AH dan AL, H menunjukan High dan L menunjukan Low
ESI dan EDI adalah “Index Register”. Register ini digunakan sebagai penunjuk terhadap suatu lokasi di memory dan biasanya digunakan untuk operasi – operasi String.
EBP dan ESP adalah “Pointer Register”. Kedua Register ini berpasangan dengan Register SS. Apabila ESP ( Stack Pointer ) berpasangan dengan Register SS ( ESP : SS ) maka digunakan untuk menunjuk alamat pada Stack sementara EBP ( Base Pointer ) akan berpasangan dengan Register SS ( EBP : SS ) untuk menunjuk pada alamat memory tempat data.
EIP adalah “Index Pointer Register” yang berpasangan dengan CS ( CS : EIP ) untuk menunjuk pada alamat memory tempat perintah selanjutnya yang akan di eksekusi.
Perintah dasar dalam assembly adalah :

1. ADD ( ADD Binary Number )
Format ADD Operand1, Operand2
Fungsi Menambahkan Operand1 dengan Operand2, hasilnya akan disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 + Operand2
Contoh MOV EAX, 00000001h ; Lihat perintah MOV
ADD EAX, 00000002h ; EAX = 00000001h + 00000002h = 00000003h

2. AND ( Logical AND )
Format AND Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan Operasi Logika AND pada Operand1 dan Operand2, hasilnya akan disimpan di Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 AND Operand2
Contoh MOV EAX, 00001111b ; Lihat perintah MOV
AND EAX, 11110000b ; EAX = 00001111b AND 11110000b = 00000000b

3. CALL ( CALL A Procedure )
Format CALL LokasiProcedure
Fungsi Memanggil sebuah Procedure.
Kalimat Matematika -
Contoh CALL 12345678 ; Memanggil Procedure yang berada pada Offset 12345678

4. CDQ ( Convert Doubleword To Quadword )
Format CDQ
Fungsi Merubah nilai 32-bit dalam EAX menjadi 64-bit dalam EDX : EAX dengan cara mengosongkan isi EDX
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 12345678h ; EAX = 12345678h
CDQ ; EDX : EAX = 00000000 : 12345678h

5. CMP ( Compare )
Format CMP Operand1, Operand2
Fungsi Membandingkan Operand1 dengan Operand2, setelah perintah ini, biasanya akan diikuti dengan sebuah Condtional Jump yang akan menentukan jalur program berikutnya.
Kalimat Matematika -
Contoh MOV ECX, 0Ah ; EAX = 0Ah
MOV EAX, 0Bh ; EBX = 0Bh
CMP EAX, ECX ; Pembandingan EAX dengan ECX.
JE 12345678 ; Jika sama, lompat ke Offset 12345678. Jika tidak, lanjutkan ke bawah

6. DEC ( Decrement )
Format DEC Operand
Fungsi Mengurangi nilai Operand dengan 1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 – 1
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah
DEC EAX ; EAX = 0000000Ah – 00000001h = 00000009h

7. DIV ( Unsigned Division )
Format DIV Operand
Fungsi Membagi nilai yang ada di Register EAX dengan Operand2
Kalimat Matematika EAX = EAX DIV Operand
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah
MOV EBX, 05h ; EBX = 00000005h
DIV EBX ; EAX = 0000000Ah DIV 00000005h = 00000002h

8. IDIV ( Signed – Integer – Division )
Format IDIV Operand
Fungsi Membagi nilai yang ada di Register EDX : EAX dengan Operand2, hasilnya akan disimpan di EAX sedang sisanya disimpan di EDX
Kalimat Matematika EDX : EAX = EDX : EAX IDIV Operand
Contoh MOV EDX, 00h ; EDX = 00000000h
MOV EAX, 0Fh ; EAX = 0000000Fh
MOV EBX, 05h ; EBX = 00000005h
IDIV EBX ; EDX : EAX = 00000000 : 0000000Fh IDIV 00000005h
; EAX = 00000003h ( hasil ) EDX = 00000000h ( sisa )

9. IMUL ( Signed – Integer – Multiplication )
Format IMUL Operand
Fungsi Pada program 32 bit, IMUL ini digunakan untuk mengalikan antara nilai yang tersimpan di dalam Register EDX : EAX dengan Operand. Hasilnya akan disimpan di dalam EAX
Kalimat Matematika EAX = EDX : EAX IMUL Operand
Contoh MOV EDX, 00h ; EDX = 00000000h
MOV EAX, 05h ; EAX = 00000005h
MOV EBX, 0Ah ; EBX = 0000000Ah
IMUL EBX ; EAX = 00000000 : 00000005 IMUL 0000000A = 00000032h

10. Conditional Jump
Conditional Jump adalah perintah dalam Assembler yang digunakan untuk menentukan alur program berikutnya. Conditional Jump ini sebelumnya didahului oleh perintah CMP ( perhatikan contoh di penjelasan no. 5).
Ada berbagai macam Conditional Jump, di sini aku hanya membahas beberapa Conditional Jump yang sering aku temui ketika mengCrak, untuk perintah – perintah Conditional Jump lainnya, bisa kamu perdalam lagi di buku – buku yang membahas Assembly. Untuk semua penjelasan Conditional Jump di bawah ini, aku akan pake beberapa perintah yang ada sebelum perintah Conditional Jump tersebut dieksekusi.
MOV EAX, 01h ; EAX = 00000001h
MOV EBX, 02h ; EBX = 00000002h
CMP EAX, EBX ; Membandingkan antara EAX dengan EBX
Format Conditional Jump
Fungsi
JA LokasiTujuan ( Jump If Above ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar dari EBX
JAE LokasiTujuan ( Jump If Above or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar atau sama dengan EBX
JNA LokasiTujuan ( Jump If Not Above ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar dari EBX
JNAE LokasiTujuan ( Jump If Not Above or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar atau sama dengan EBX
JB LokasiTujuan ( Jump If Below ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih kecil dari EBX
JBE LokasiTujuan ( Jump If Below or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JNA
JNB LokasiTujuan ( Jump If Not Below ) Fungsinya sama dengan perintah JAE
JNBE LokasiTujuan ( Jump If Not Below or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JA
JE LokasiTujuan ( Jump If Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX sama dengan EBX
JNE LokasiTujuan ( Jump If Not Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak sama dengan EBX
JG LokasiTujuan ( Jump If Greater ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar dari EBX
JGE LokasiTujuan ( Jump If Greater or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar atau sama dengan EBX
JNG LokasiTujuan ( Jump If Not Greater ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar dari EBX
JNGE LokasiTujuan ( Jump If Not Greater or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar atau sama dengan EBX
JL LokasiTujuan ( Jump If Less Than ) Fungsinya sama dengan perintah JNGE
JLE LokasiTujuan ( Jump If Less or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JNG
JNL LokasiTujuan ( Jump If Not Less Than ) Fungsinya sama dengan perintah JGE
JNLE LokasiTujuan ( Jump If Not Less or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JG
JZ LokasiTujuan ( Jump If Zero ) Fungsinya sama dengan JE
JNZ LokasiTujuan ( Jump If Not Zero ) Fungsinya sama dengan JNE

11. JMP LokasiTujuan ( Unconditional Jump )
Format JMP LokasiTujuan
Fungsi Perintah JMP ini berbeda dengan perintah – perintah Conditional Jump karena ia tidak memerlukan hasil perbandingan sebelum perintah ini dieksekusi.
Kalimat Matematika -
Contoh JMP 12345678 ; Lompat ke Offset 12345678

12. LEA ( Load Effective Address )
Format LEA Operand1, LokasiMemory
Fungsi Untuk mengambil Offset dari LokasiMemory dan menyimpannya di dalam Operand1
Kalimat Matematika -
Contoh LEA EAX,

13. MOV ( Move Data )
Format MOV Operand1, Operand2
Fungsi Menyalin isi dari Operand2 kedalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand2
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah

14. MUL ( Multiplication )
Format MUL Operand
Fungsi Mengalikan isi EAX dengan Operand, hasilnya akan disimapn di dalam EDX : EAX
Kalimat Matematika EDX : EAX = EAX * Operand
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah
MUL EAX, 05h ; EDX : EAX = 0000000Ah * 00000005h = 00000000 : 00000032h

15. NOP ( No Operation )
Format NOP
Fungsi Seperti namanya, NOP tidak melakukan Operasi apa – apa, walaupun begitu perintah ini memiliki peran yang cukup penting dalam Kraking. Seperti yang diketahui, salah satu teknik mengKrak sebuah Sistem Proteksi adalah Patching, dalam Patching ini, Kraker harus merubah perintah yang ada di dalam Sistem Proteksi tersebut agar dapat mengKraknya.
Contoh sederhananya yaitu ketika ada sebuah Conditional Jump yang akan menentukan apakah S/N yang kita masukan valid atau tidak, salah satu cara yang mungkin untuk mengKraknya adalah dengan me-NOP-kan perintah Conditional Jump tersebut. Untuk lebih jealasnya, liat contoh di bawah.
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 12345678 ; Offset 12345678 berisi S/N palsu
MOV EBX, 87654321 ; Offset 87654321 berisi S/N yang asli.
CMP EAX, EBX ; Bandingkan EAX dengan EBX
JNE 12344321 ; Jika tidak sama, lompat ke Offset 12344321
Offset berikutnya menyatakan bahwa S/N yang dimasukan adalah S/N yang valid.
Offset 12344321 menyatakan bahwa S/N yang kita masukan adalah S/N yang salah..
Listing di atas menunjukkan dengan jelas bagaimana S/N kita dibandingkan, jika kau ingin dengan sembarang S/N dapat dianggap sukses maka kita bisa me-NOP-kan Conditional Jump di atas sehingga listing perintah di atas menjadi :
MOV EAX, 12345678 ; Offset 12345678 berisi S/N palsu
MOV EBX, 87654321 ; Offset 87654321 berisi S/N yang asli.
CMP EAX, EBX ; Bandingkan EAX dengan EBX
NOP ; Tidak melakukan pencabangan sehingga S/N apa saja yang dimasukan akan dianggap valid.

16. OR ( Logical OR )
Format OR Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan Operasi Logika OR terhadap Operand1 dan Operand2, hasilanya akan disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 OR Operand2
Contoh OR EAX, EBX

17. POP ( POP from Stack )
Format POP Operand
Fungsi Mengambil isi dari Stack dan menyimpannya di dalam Operand
Kalimat Matematika -
Contoh POP EAX

18. PUSH ( PUSH onto Stack )
Format PUSH Operand
Fungsi Memasukan nilai dari Operand ke dalam Stack
Kalimat Matematika -
Contoh PUSH EAX

19. RET ( Return from Procedure )
Format RET
Fungsi Kembali ke Rutin pemanggil Procedure yang sedang berlangsung.
Kalimat Matematika -
Contoh 1234 : 00000001 CALL 00001000 ;Memanggil Procedure yang ada di Offset 00001000
1234 : 00000002 ;Perintah Selanjutnya
1234 : 00001000 RET ;Alur program akan kembali ke Offset 00000002

20. SUB ( Subtract Binary Values )
Format SUB Operand1, Operand2
Fungsi Mengurangkan nilai dari Operand1 dengan Operand2. Hasilnya kemudian disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 – Operand2
Contoh MOV EAX, 0Ah ;EAX = 0Ah ( = 10 decimal )
MOV EBX, 01h ;EBX = 01h ( = 01 decimal )
SUB EAX, EBX ;EAX = EAX – EBX = 0Ah – 01h = 09h

21. TEST ( Test Bits )
Format TEST Operand1, Operand2
Fungsi Memeriksa apakah Operand1 sama dengan Operand2 ???
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 0Ah ;EAX = 0Ah ( = 10 decimal )
MOV EBX, 01h ;EBX = 01h ( = 01 decimal )
TEST EAX, EBX ;Apakah EAX = EBX ???
JE 12344321 ;Jika sama, lompat.

22. XOR ( Exclusive OR )
Format XOR Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan operasi logika Exlusive OR antara Operand1 dengan Operand2. Perintah XOR ini juga sering dipakai untuk me-nol-kan suatu register dengan cara XOR Operand1, Operand1
Kalimat Matematika -
Contoh XOR EAX, EAX ;Berfungsi untuk me-nol-kan nilai EAX ( EAX = 0 )

Instruksi Mnemonic

Beberapa Intruksi Mnemonic Assembly.

Mnemonic : ADD
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : ADD Tujuan,Sumber
Pengaruh flag : OF, SF, ZF, AF, PF, CF
Fungsi : Menambahkan “Sumber” dan “Tujuan” kemudian hasilnya disimpan pada “Tujuan”. Bila hasil penjumlahan tidak tertampung seluruhnya pada “Tujuan”, maka CF akan diset 1.
Contoh:
ADD AX,BX ; Jumlahkan 2 register
ADD AL,[350] ; Jumlahkan register dengan isi memori
ADD [350],AL ; Jumlahkan isi memory dengan register
ADD AH,10h ; Jumlahkan register dengan immediate
ADD [350],10h ; Jumlahkan isi memori dengan immediate

Mnemonic : AND
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : AND Tujuan,Sumber
Pengaruh flag : OF, SF, ZF, PF, CF
Fungsi : Melakukan logika AND antara “Tujuan” dan “Sumber”. Hasil dari operasi AND diletakkan pada “Tujuan”. Instruksi AND umumnya digunakan untuk melihat kondisi suatu bit dengan menolkan bit-bit lainnya.
Contoh:
AND AL,00001000b ; AL=0000?000
JZ Nol ; Jika bit ketiga AL=0, maka lompat

Mnemonic : CALL
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : CALL nama-procedure
Pengaruh flag : Tidak ada
Fungsi : Melompat dan mengerjakan intruksi pada procedure
Pada saat instruksi Call diberikan, maka processor akan melakukan :
- PUSH CS ke stack bila procedure yang dipanggil bertipe Far.
- PUSH IP ke stack.
- Mengganti nilai CS dengan segmen dari procedure bila procedure
tersebut bertipe Far.
- Mengganti nilai IP dengan offset dari procedure. Lakukan intruksi yang terdapat pada alamat baru(CS:IP) sampai bertemu dengan intruksi RET, setelah itu:
- POP IP
- POP CS bila procedure bertipe Far.
- Kembali ke program induk/pemanggil.

Mnemonic : DEC (Decrement)
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : DEC Tujuan
Pengaruh flag : OF, SF, ZF, AF, PF
Fungsi : Untuk mengurangi “Tujuan” dengan 1. “Tujuan” dapat berupa
register 8 bit, 16 bit, 32 bit maupun memory. Bila anda ingin mengurangi suatu
register ataupun memory dengan 1, gunakanlah perintah DEC ini karena selain
lebih cepat, perintah DEC juga menggunakan memory lebih sedikit dibandingkan
dengan perintah SUB.
Contoh:
Kita dapat mengimplementasikan perintah Loop dengan menggunakan DEC. Di bawah ini kita akan menjumlahkan bilangan BX sampai 1. Misalnya bila BX = 5 maka dijumlahkan 5+4+3+2+1 = ….

Mnemonic : DIV (Divide)
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : DIV Sumber
Pengaruh flag : OF, SF, ZF, AF, PF, CF
Fungsi : Bila “sumber” bertipe 8 bit maka dilakukan pembagian AX
dengan “Sumber” (AX / Sumber). Hasil pembagian akan disimpan pada register AL sedangkan sisa pembagian akan disimpan pada regiser AH.
Jika “sumber” bertipe 16 bit maka dilakukan pembagian DX:AX dengan “Sumber” (DX:AX / Sumber). Hasil pembagian akan disimpan pada register AX sedangkan sisa pembagian akan disimpan pada regiser DX.
Contoh:
Untuk memeriksa apakah suatu bilangan merupakan kelipatan 3 atau bukan, anda bisa membaginya dengan tiga. Bila merupakan kelipatan 3, maka sisa pembagian akan 0, sebaliknya jika bukan kelipatan tiga, sisa pembagian tidak akan 0. Macro ini akan menjadikan AL=1 bila bilangan yang ditest merupakan kelipatan tiga dan sebaliknya akan bernilai 0.
Lipat3 MACRO Bil
MOV AX,Bil
MOV BX,3
DIV BX
CMP AX,0 ; Apakah ada sisa pembagian ?
JE Tiga ; Tidak ada sisa , kelipatan 3
MOV AL,0
Tiga :
MOV AL,1
ENDM

Mnemonic : INC (Increment)
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : INC Tujuan
Pengaruh flag : OF, SF, ZF, AF, PF
Fungsi : Untuk menambah “Tujuan” dengan 1. Bila anda ingin menambah suatu register ataupun memory dengan 1, gunakanlah perintah INC ini karena selain lebih cepat, perintah INC juga menggunakan memory lebih sedikit dibandingkan dengan perintah ADD.
Contoh:
Untuk membuat suatu pengulangan, seperti pada perintah ‘FOR I:=1 TO 10
DO’ pada bahasa tingkat tinggi:
XOR AX,AX
Ulang:
CMP AX,10
JE Selesai
INC AX
JMP Ulang

Mnemonic : MOV (Move)
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : MOV Tujuan,Sumb
Pengaruh flag : Tidak Ada
Fungsi : Untuk mengcopykan isi “Sumber” ke “Tujuan”. Antara “Sumber”
dan “Tujuan” harus mempunyai tipe data yang sama, seperti AL dan BL, AX dan BX. Pada perintah MOV ini harus anda perhatikan bahwa:
- Segment register tidak bisa langsung diisi nilainya, seperti:
MOV ES,0B800h
Mnemonic : MUL (Multiply)
Tersedia pada : 8088 keatas
Syntax : MUL Sumber
Pengaruh flag : OF, CF
Fungsi : Bila “Sumber” bertipe 8 bit maka akan dilakukan perkalian
antara “Sumber” dengan AL. Hasilnya disimpan pada register AX. Bila “Sumber” bertipe 16 bit maka akan dilakukan perkalian antara “Sumber” dengan AX. Hasilnya disimpan pada pasangan register DX:AX.
Contoh:
MUL BH ; AX = BH * AL
MUL BX ; DX:AX = BX * AX

 

Transformasi 2D

Wahyu Raja Reply 6:53 PM

Transformasi 2D


Transformasi adalah sebuah efek yang memungkinkan perubahan suatu unsur atau elemen seperti bentuk, ukuran dan posisi. Dengan CSS3 transformasi, kita dapat mengubah, skala, putaran, kebalikan, dan elemen peregangan. Sehingga transformasi menimbulkan efek 2D atau 3D.

Dan pada saat ini efek transformasi sudah dukung oleh beberapa browser seperti Internet Explorer 9, Firefox, Chrome, Safari, Opera. Tapi dari beberapa browser yang mendukung efek transformasi ini, memiliki cara yang berbeda pada penulisan kodenya. Berikut perbedaan yang perlu diperhatikan :
  • Internet Explorer 9 memerlukan awalan-ms-.
  • Firefox membutuhkan awalan-moz-.
  • Chrome dan Safari membutuhkan awalan-WebKit-.
  • Opera membutuhkan awalan-o-.
Sehingga bila kita menginginkan semua browser yang saya sebutkan diatas menampilkan efek transformasi yang kita buat, sebaiknya kita buat seluruh kode yang dibutuhkan setiap browser diatas.

Ok, berikut saya berikan beberapa contoh metode transformasi 2D :

Translate
Dengan metode Translate, elemen bergerak dari posisi semula keposisi lain, tergantung pada parameter yang diberikan untuk posisi kiri (sumbu X) dan bagian atas (sumbu Y) :
<style type="text/css">
div.Translate
{
width:100px;
height:75px;
background-color:#C1C7FF;
border:3px solid #aaa;
padding:10px;
}

div.Translate#geser
{
transform:translate(50px,10px);
-ms-transform:translate(50px,10px); /* IE 9 */
-moz-transform:translate(50px,10px); /* Firefox */
-webkit-transform:translate(50px,10px); /* Safari and Chrome */
-o-transform:translate(50px,10px); /* Opera */
}
</style>

<div class="Translate">ini pada posisi awal</div>
<div class="Translate" id="geser">ini posisi kekanan 50px dan kebawah 10px</div>


Rotate
Dengan metode rotate, elemen berputar searah jarum jam pada derajat tertentu. Nilai negatif , elemen berputar menjadi berlawanan arah jarum jam.
<style type="text/css">
div.rotate
{
width:100px;
height:75px;
background-color:#C1C7FF;
border:3px solid #aaa;
padding:10px;
}
div.rotate#memutar
{
margin:20px;
transform: rotate(30deg);
-ms-transform: rotate(30deg); /* IE 9 */
-webkit-transform: rotate(30deg); /* Safari and Chrome */
-o-transform: rotate(30deg); /* Opera */
-moz-transform: rotate(30deg); /* Firefox */
}
</style>

<div class="rotate">ini pada posisi awal</div>
<div class="rotate" id="memutar">ini posisi 30 derajat/div>



Scale
Transformasi ini berfungsi mengubah ukuran sebuah elemen baik diperkecil atau diperbesar. Dalam hal ini ukuran atau ketebalan border juga ikut berubah.
<style type="text/css">
div.scale
{
width:100px;
height:75px;
background-color:#C1C7FF;
border:3px solid #aaa;
padding:10px;
}

div.scale#kecil
{
margin:10px;
transform:scale(0.8,0.8);
-ms-transform:scale(0.8,0.8); /* IE 9 */
-moz-transform:scale(0.8,0.8); /* Firefox */
-webkit-transform:scale(0.8,0.8); /* Safari and Chrome */
-o-transform:scale(0.8,0.8); /* Opera */
}

div.scale#besar
{
margin:60px;
transform:scale(2,2);
-ms-transform:scale(2,2); /* IE 9 */
-moz-transform:scale(2,2); /* Firefox */
-webkit-transform:scale(2,2); /* Safari and Chrome */
-o-transform:scale(2,2); /* Opera */
}
</style>

<div class="scale">ini bentuk awal</div>
<div class="scale" id="kecil">ini diperkecil</div>
<div class="scale" id="besar">ini diperbesar</div>


Skew
Dengan metode condong, elemen berubah dalam sudut tertentu, tergantung pada parameter yang diberikan, untuk horizontal (sumbu X) dan vertikal (sumbu Y) :
<style type="text/css">
div.posisi-awal
{
width:100px;
height:120px;
background-color:#C1C7FF;
border:3px solid #aaa;
padding:10px;
}
div.posisi-awal#miring
{
margin:39px;
transform:skew(20deg,10deg);
-ms-transform:skew(20deg,10deg); /* IE 9 */
-moz-transform:skew(20deg,10deg); /* Firefox */
-webkit-transform:skew(20deg,10deg); /* Safari and Chrome */
-o-transform:skew(20deg,10deg); /* Opera */
}
</style>

<div class="posisi-awal">ini pada posisi awal</div>
<div class="posisi-awal" id="miring">ini posisi miring kesamping 20 derajat, kebawah 10 derajat</div>

Search

Ikuti Channel Youtube Aku Yaa.. Jangan Lupa di subscribe. Terima kasih.

Google+ Followers

Popular Posts

Translate